Minggu, Mei 03, 2009

Penipuan berkedok Aparat

Penipuan ini terjadi kira-kira 5 hari yang lalu. Nama dan identitas
kami rahasiakan untuk menjaga aja kalo email ini menyebar kamana-mana.
Saya merasa berkewajiban berbagi cerita agar tidak ada korban penipuan
dengan modus seperti ini. Saya juga minta komentar dan pendapat dari
temen-temen tentang hal ini, coz saya juga penasaran kenapa penipunya
bisa canggih banget ya....???

Lima Hari yang lalu sekitar jam 11 siang saya ditelpon dari no telp
081513531213 yang mengaku dari Polda Metro Jaya. "Halo apa benar ini
dengan nomor 0815 xxx xxxx ?" Kemudian saya jawab, "Benar, ini dari
mana ya..?? "Ini dari Polda Metro Jaya, begini bu... no telpon ibu ini
sudah digunakan untuk Sindikat Narkoba, tapi dalam hal ini ibu tidak
terlibat, kami hanya minta kerjasamanya untuk mematikan handphone ibu,
karena kami akan mengadakan penyidikan dan pelacakan jadi kami perlu
kerjasamanya untuk mematikan HP, kira-kira sampai dengan jam 1 ibu
bisa menyalakan hp ibu lagi"

Saat itu saya bingung tapi juga curiga, "Lho kok bisa no.hp saya
digunakan untuk sindikat narkoba, gimana caranya..??? " (kemudian
terdengar suara-sura dijalanan yang berisik...) "Iya bu bisa, untuk
itu kami mohon kerjasamanya untuk mematikan hp..!!!!" dengan nada
menyidik saya tanya lagi, "Ini saya bicara dengan siapa ya?" "Saya
Inspektur Satu Sumantri dari Bagian Narkoba Polda Metro Jaya" Kemudian
saya catat identitas si penelepon. "Mohon segera matikan hp ibu karena
kami akan mengadakan penyidikan.. !!"(terdengar suara-suara kendaraan
dan tut...tut..tut. .. telpon mati)

Saat itu saya masih bingung tapi tidak langsung percaya, dan saya TIDAK
mematikan hp, 1 menit kemudian saya ditelpon lagi dg no telp yang sama
081513531213, tapi tidak saya angkat. dan hp saya berdering terus
tidak berhenti dari no.telp yang sama. Pada saat itu juga saya
langsung telpon Polsek Setiabudi. Saya cerita tentang telpon yang
mengaku dari Polda, yang menjawab telpon bilang kalau dari Polda tidak
ada seperti itu, tapi kalau memang tidak perlu hp ya matikan saja..
kan gak ada salahnya, trus saya jawab juga kalau untuk penipuan
bagaimana? dan pada saat itu hp saya bunyi terus dari nomer yang sama,
dan tidak saya angkat.

Kemudian saya menelpon suami saya yang kebetulan sedang berada di luar
kota . Saya cerita tentang telpon itu dan make sure kalo dia baik-baik
aja dan hati-hati. Hp saya masih saja bunyi dari nomer yang sama tapi
saya tutup aja.... Kemudian saya juga menghubungi security ditempat
tinggal saya. Yang saya tahu security ditempat tinggal saya dibawah
pengawasan langsung dari Polda Metro Jaya, jadi pasti punya akses
langsung ke Polda.

Setelah saya lapor, langsung pihak security menelpon ke Polda Metro
Jaya Bagian Narkoba, dan ternyata tidak ada yang namanya Inspektur 1
Sumantri di bag. Narkoba, dan tidak ada kegiatan penyidikan yang
mengharuskan mematikan hp. Jadi dalam hal ini saya benar-benar
dibohongi... .. dan saya masih curiga juga... ini pasti penipuan..
tapi siapa yang ditipu..??? Dan Hp saya masih terus bunyi dari nomer
yang sama, memang orang itu gak kenal menyerah.... . Saya langsung
menelpon saudara-saudara dan sahabat-sahabat saya di Jakarta .
Kemudian ada telpon masuk lagi tapi kali ini dari mertua saya yang di
luar kota , dan
langsung saya angkat "Halo kamu baik-baik aja kan ..??" "Iya ma.. emang
knapa...???" "Lho tadi papamu telpon kantanya kamu kecelakaan.. "

MasyaAllah.. ...
Ternyata penipu itu menipu orang tua saya yang ada di luar kota
....!!!! Langsung saya telpon orangtua, kemudian beliau cerita tadi
ditelpon dari kantor polisi di Jakarta . Orang yang mengaku polisi itu
bilang kalau saya kecelakaan dengan mobil tanki pertamina, dan saya
sekarang luka parah di RSCM. Ayah saya menelpon RSCM dan berbicara
dengan orang yang mengaku dr. Listyo, dia mengaku telah merawat saya
dan menerangkan secara medis luka serius yang saya alami dan kebutuhan
pengobatan yang tidak tersedia di Jakarta . Obat-obat dan pen untuk
patah kaki saya hanya ada di apotek Singapore dengan biaya sekitar
Rp.21 juta.

Ayah saya diminta mentransfer uang sebesar Rp. 21 juta. karena urusan
transfer-mentransfe r uang, ayah saya masih belum terlalu percaya,
beliau mencoba menghubungi HP. saya dgn nomor 0815 xxx xxxx
(prabayar), kemudian ada yang mengangkat dan mengaku bernama Agus. si
Agus ini bilang kalo dia adalah teman suami saya dan sekarang menjaga
di rumah karena di rumah tidak ada orang, dia juga bercerita kalau
tadi banyak polisi datang ke rumah mengabari kecelakaan mobil yang
saya alami dan sekarang suami saya sedang ke RSCM. Dari situ ayah saya
mulai panik, sudah percaya dan hampir menyiapkan uang sebesar Rp. 21
juta yg diminta Kemudian ayah saya menelpon mertua saya yang tinggal
satu kota , mengabari kecelakaan itu, mertua saya juga ikut panik.

Alhamdulillah. .mertua saya ingat kalau suami saya sedang tugas di
luar kota , jadi kok bisa ada di rumah sakit...???? Orang tua saya
juga menggunakan telpon yang lain untuk menelpon, karena telpon yang
satunya terus-menerus berdering dari rumah sakit yang meminta ayah
saya segera mentransfer uang untuk pengobatan. Orang tua dan mertua
saya mencoba menelpon saudara-saudara saya di Jakarta untuk mengecek
kebenaran telpon tadi. Tapi anehnya saudara-saudara saya tidak bisa
menghubungi hp saya, padahal saya tidak mematikan hp.

Kemudian terakhir kalinya yang mengaku dokter tadi menelpon, diterima
oleh adik saya, begitu orang tersebut meminta untuk mentransfer uang,
oleh adik saya dijawab, "Kakak saya sudah dicover oleh Asuransi, jadi
nanti masalah biaya-biaya, Asuransi yang urus semuanya". Telpon
langsung terputus dan orang tersebut tidak meneror orang tua saya
lagi.

Alhamdulillah. ... Puji Syukur kehadirat Allah, kami sekeluarga
terhindar dari penipuan itu. Ini semua cobaan dan untuk pelajaran kita
semua...... Sekarang yang membuat saya penasaran dengan modus penipuan
ini:....!!!!

1. Bagaimana orang tersebut bisa memblok dan menyadap no telpon orang
tua saya dan no HP saya, jadi kamanapun ayah saya telpon masuknya ke
penipu-penipu itu juga yang angkat telpon.

2. Darimana penipu itu bisa tau data saya dan orang tua saya, juga
posisi saya yang berlainan kota dengan orang tua? Mungkin gak sih
data-data kita di Bank bisa bocor...??? Atau mungkin gak dari HP yang
pernah
saya service, coz sudah sebulan ini saya service HP di Nokia Service
Centre Mampang, dan sampe sekarang hp saya rawat inap terus gak
sembuh-sembuh.

3. Bagaimana dengan pengkloningan no telp? Benar gak sih no telp Pra
Bayar bisa dikloning & didouble line...??? Bagaimana dengan pasca
bayar?

4. Saya juga sudah lapor ke Satelindo dan katanya sedang diinvestigasi
karena banyak pengaduan tentang hal ini, dan ternyata nomor
081513531213 sudah ada note: no. ini digunakan untuk penipuan.

So... kalo temen-temen ada yang tau tentang teknologi canggih yang
digunakan untuk penipuan ini, terutama teman-teman dari TELKOM &
INDOSAT tolong.. dong bagi-bagi ilmunya ke kita kenapa bisa terjadi
seperti itu dan gimana cararanya untuk antisipasi supaya next time
penipuan seperti ini tidak terjadi lagi. Karena saya pernah dengar di
radio penipuan seperti ini sudah ada yang kena dan mentransfer uang
jutaan rupiah......

Waspadalah.. .
waspadalah.. ..

Note sudah disebar melalui email ke email...
MOga2 ini bisa berguna untuk anda....



Source Posting By :
ARI ADIANTO \
Bernadette.W

Tidak ada komentar: